Selasa, 10 Januari 2012

TUGAS KAP 'PESAN MORAL FILM'



SINOPSIS FILM FRIENDSHIP(THAILAND)

Singha menerima telepon dari Jazz,teman SMAnya. Jazz merencanakan reuni SMA dari kelas mereka saja. Ketika mereka bercakap-cakap di telepon, adegan berubah menjadi memori Singha saat tahun akhir di SMA. Saat dia bertemu dengan cinta pertamanya, Mituna

Hari pertama, tahun terakhir SMA, Singha sedang menunggu bus dan melihat seorang wanita jatuh. Dia membantu wanita tersebut dan naik bus ke sekolah. Mereka mempunyai teman sekelas baru, Lam dan Mituna. Mituna telat ke sekolah tapi dimaklumi karena dia baru di sekolah itu. Dia duduk di sebelah Jazz dan didepannya Kanda, yang nantinya akan berteman dengannya.

Pada awalnya Singha dan teman-temannya mengejek dia (Mituna-red) karena dia pendiam. Dia (Singha) berteman dengan Lam yang menyelamatkannya dari Kong,yang hampir membunuhnya. Lam menjadi dekat dengan Grup Singha, dan akrab satu sama lain.

Mituna membenci Singha karena diperolok apalagi mereka pasangan dansa. Hingga, Mituna masuk ke dalam bus, mereka memperoloknya karena membantu wanita bisu.

Sejak saat itu Singha menguntit Mituna untuk mengetahui dimana ia tinggal. Dia meminta maaf kepada Mituna, tetapi Mituna tak mau berbicara dengannya. Grup Singha bersama dengan Jazz dan Kanda meminta ibu Mituna untuk membujuknya, bergabung ke dalam proyek mereka. Mereka pergi ke desa dan membantu mendidik anak-anak dengan memberi buku catatan dan lainnya. Pada malam api unggun, Singha mengungkapkan isi hatinya dengan menceritakan bunga yang dia paling disukai dan bunga kedua yang disukainya yang ia sebut Mituna. Dirinya ingin menjadi sisi terang bagi Mituna.

Teman Mituna dan Grup Singha menjadi dekat dan membantu memperbaiki rumah Mituna. Mereka pergi bersama ke sebuah resort dan klub skate. Hingga, Mituna dan Singha mencintai satu sama lain. Lam dibunuh oleh Kong, yang membuat mereka sedih. Singha memberikan kertas ke Mituna untuk menandatangani buku persahabatan mereka.

Dia (Mituna) pulang ke rumah dan baru tahu kalau dia harus pindah ke desa. Pada hari ujian akhir,Mituna berbohong kepada Singha bahwa dia harus pergi ke desa selama beberapa hari. Setelah menyelesaikan ujian, dia meninggalkan sebuah catatan kepada Singha bahwa mereka akan berbicara saat hari kelulusan.

Sebelum kelulusan, ayah Singha dipindahtugaskan sehingga mereka harus pindah. Pada hari kelulusan, Singha memutuskan untuk menunggu Mituna tapi berubah pikiran karena temannya. Dia mabuk dan tertidur. Dia terbangun, dan mencari Mituna di sekolah dan di rumah Mituna. Berakhir di taman, dia menunggunya hingga turun hujan. Dia tertangkap oleh polisi tetapi diakui sebagai anak sersan.

Setelah kenang-kenangan itu, temannya berkata padanya saat reuni jika Mituna ingin melihatnya, maka ia akan datang. Dia harus pergi ke desa dan bertemu dengan ibu Mituna. Mituna dan Singha kembali bertemu tapi Mituna sakit dan mereka berbicara sepanjang malam. Dini hari, Mituna meninggal sambil mendengarkan perkataan Singha.

Ibu Mituna memberi sesuatu kepadanya, yang ingin diberikan Mituna kepada Singha. Singha membaca catatannya dan menemukan hari dimana ia pindah, dimana Singha adalah orang yang paling penting dalam hidupnya. Dia baru mengetahui bahwa ibu Mituna yang membantunya pada hari itu. Bunga Marigold yang dia berikan kepada ibu Mituna, selalu disimpan Mituna dan menjadi alasan mengapa ia menyukai bunga Marigold.

Dia mengetahui bahwa Mituna menepati janjinya untuk berbicara dengannya di hari kelulusan namun akhirnya mencari dirinya di taman dan di rumah. Mituna takut tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Dia mencoba kembali ke sekolah tetapi gagal.

KARAKTER PEMAIN :
Singha : manja, jahil
Mituna : seorang yang anggun, pendiam
Song : seorang humoris, periang
Jazz : Tomboy, emosional
Lam: bijaksana,  cuek


PESAN MORAL :
1. Film ini mengajarkan kita tentang berempati pada orang-orang di sekeliling kita

2. film ini mengajarkan kebersamaan dalam persahabatan dapat membangun jati diri seseorang.
3. Berkomitmen dalam persahabatan

NILAI NEGATIF :
1.    di dalam film ini terdapat adegan kekerasan
2.     terdapat unsur penghinaan terhadap orang lain

NILAI POSITIF :
1.    indahnya cinta dan persahabatan
2.    menghargai orang tua dan sahabat
3.    menghadapi suka duka dalm persahabatan
BACA SELANJUTNYA - TUGAS KAP 'PESAN MORAL FILM'

TUGAS KAP DECISION MAKING

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang
    Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahap kegiatan organisasi dan manajemen. Misalnya, dalam tahap perencanaan diperlukan banyak kegiatan pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan tersebut. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan kepada pemilihan alternative program dan prioritasnya. Dalam pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi atau operasional dalam suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan.
   












BAB II
ISI

2.1.    Definisi Pengambilan Keputusan (Decision Making)
    Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
    Jogiyanto (2003:66) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran. Maman Ukas (2004:140) mengemukakan pengambilan keputusan merupakan suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah yang dihadapi. G.R. Terry (Suwatno dkk. 2002:45) mengemukakan decision making can be defined as the selection based on some criteria of one behavior alternative from two or more possible alternative.  Koontz and O’Donnel (Hasibuan, 1986:53) mengemukakan decision making – the among alternatives of a course of action. Siagian (1980:82) mengemukakan pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Johanes Supranto (1998:1) memaparkan secara populer dapat dikatakan bahwa mengambil atau membuat keputusan berarti memilih satu di antara sekian banyak alternatif, yang dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving).
Dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan (decision making) adalah proses pemilihan alternatif terbaik untuk pemecahan suatu masalah melalui metode dan teknik tertentu.
   


2.2.    Macam – Macam Keputusan
a)    Keputusan terprogram (programmed decision) Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu

b)    Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision) Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.
Kepastian , resiko, ketidakpastian dan ambiguitas
    Kepastian (certainly) Terjadi jika ionformasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan tersedia dengan lengkap. Para manager memiliki informasi mengenai kondisi biaya operasi, biaya, batasan-batasan sumber daya, dari masing-masing tindakan serta kemungkinan perolehan hasil yang akan diperoleh   
    Resiko (risk) Terjadi apabila sebuah keputusan memiliki sasaran yang jelas dan didasarkan pada informasi yang baik, namun konsekuensi masa depan dari masing-masing alternative keputusan tidak pasti. Analisis statistic dapat digunakan untuk mengalkulasi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan. Ukuran resiko dapat mengidentifikasikan kemungkinan kegagalan suatu alternative dimasa depan.
    Ketidakpastian (uncertainly) Berarti manajer mengetahui sasaran mana yang ingin diraih tetapi informasi mengenai alternative dan kejadian masa depan tidak lengkap. Manajer tidak memiliki informasi yang cukup jelas mengenai berbagai alternative atau untuk mengestimasi resikonya. Factor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seperti harga, biaya produksi, volume atau tingkat suku bunga. Masa depan sulit di analisis dan diprediksi.
    Ambiguitas (ambiquity) Ambiguitas selama ini dianggap sebagai situasi keputusan tersulit yang harus dilakukan. Ambiguitas memiliki arti bahwa sasaran-sasaran yang harus diraih/masalah yang harus dilakukan tidak jelas.

2.3.    Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan menurut Terry, yaitu :
a)    Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
b)    Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
c)    Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
d)    Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
e)    Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
f)    Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
g)    Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
h)    Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar.
i)    Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.


2.4.    Keputusan Individual dan Kelompok
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual atau kelompok, tergantung bagaimana sifat dan corak permasalahannya. Keputusan individual dibuat oleh seorang pemimpin sendirian, sedangkan keputusan kelompok dibuat sekelompok orang. Keputusan kelompok dibedakan dalam :
a)    Sekelompok pimpinan
b)    Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.
c)    Sekelompok orang yang mempunyai kedudukan sama dan keputusan    kelompok
A.    Keputusan yang dibuat oleh seseorang
Kebaikannya antara lain :
1.    Keputusannya cepat ditentukan atau diambil, karena tidak usah menunggu persetujuan dari rekan lainnya.
2.    Tidak akan terjadi pertentangan pendapat
3.    Kalau pimpinan ya ng mengambil keputusan itu  mempunyai kemampuan yang tinggi dan berpengalaman yang luas dalam bidang yang akan diputuskan, keputusannya besar kemungkinan tepat.
Kelemahannya antara lain :
1.    Bagaimana kepandaian dan kemampuan pimpinan tetapi pasti memiliki keterbatasan.
2.    Keputusan yang terlalu cepat diambil dan tidak meminta pendapat orang lain seringkali kurang tepat.
3.    Jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan merupakan beban berat bagi pimpinan seorang diri.
B.    Keputusan yang dibuat oleh Sekelompok Orang
Kelebihannya antara lain :
1.    Hasil pemikiran beberapa orang akan saling melengkapi
2.    Pertimbangannya akan lebih matang
3.    Jika ada kesalahan pada pengambilan keputusan tersebut, beban ditanggung secara bersama.
Kelemahannya antara lain :
1.    Ada kemingkinan terjadi perbedaan pendapat
2.    Biasanya memakan waktu lama dan berlarut-larut karena terjadi perdebatan-perdebatan
3.    Rasa tanggung jawab masing-masing berkurang, dan ada kemungkinan saling melemparkan tanggung jawab jika terjadi kesalahan.

2.5.    Proses Pengambilan Keputusan
Setiap keputusan yang diambil itu merupakan perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Proses pengambilan keputusan meliputi :
1.    Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam suatu organisasi.
2.    Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
3.    Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya. Cara pemecahan ini hendaknya selalu diusahakan adanya alternatif-alternatif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif. Oleh sebab itu, seorang pimpinan harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya. Untuk mengadakan perkiraan dibutuhkan adanya informasi yang secukupnya dan metode perkiraan yang baik. Perkiraan itu terdiri dari berbagai macam pengertian:
•    Perkiraan dalam arti Proyeksi
Perkiraan yang mengarah pada kecenderungan dari data yang telah terkumpul dan tersusun secara kronologis.
•    Perkiraan dalam arti prediksi
Perkiraan yang dilakukan dengan menggunakan analisis sebab akibat.
•    Perkiraan dalam arti konjeksi
Perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi (perasaan). Intuisi disini sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan seseorang untuk mengolah perasaan.
4.    Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
5.    Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
6.    Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat.

2.6.    Gaya Pengambilan Keputusan
1.    Gaya direktif Digunakan oleh orang-orang yang menyukai solusi jelas dan sederhana terhadap masalah
2.    Manajemen dengan gaya analitis  Sebaliknya suka mempertimbangkan solusi yang kompleks berdasarkan pada sebanayk mungkin data yang mereka kumpulkan.
3.    Orang-orang yang cenderung memiliki gaya konseptual Juga suka mempertimbangkan sejumlah besar informasi. Walau demikian, mereka lebih punya orientasi social daripada orang-orang yang memiliki gaya analitis dan suka berbincang-bincang dengan orang lain mengenai suatu masalah dan kemungkinan alternative bagi pemecah masalah tersebut.
4.    Gaya perilakuSering diterapkan oleh manager yang memiliki perhatian besar pada orang-orang lain selaku individu.







     
 BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah saya paparkan dalam makalah ini dapat saya simpulkan bahwa pengambilan keputusan (decision making) adalah proses pemilihan alternatif terbaik untuk pemecahan suatu masalah melalui metode dan teknik tertentu.
Dimana pengambilan keputusan ini dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian masalah, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
    Selain informasi, dalam penyelesaian masalah pun dibutuhkan perumusan masalah dengan baik. Kemudian dibuatkan alternatif-alternatif keputusan masalah yang disertai dengan konsekuensi positif dan negatif. Jika semua hal itu dapat dikemukakan dan dicari secara tepat, masalah tersebut akan lebih mudah untuk diselesaikan.
   














DAFTAR PUSTAKA

http://www.xa.yimg.com/kq/groups/22999204/.../name/TO+pancen+oye.doc

http://bomeey89.blogspot.com/2010/05/pengambilan-keputusan-manajerial.html


BACA SELANJUTNYA - TUGAS KAP DECISION MAKING


........ by .........Yoshep Blogger and Supported by Landscapes Design